Kurang Piknik Maksudnya Apa

Kurang piknik maksudnya apa – Sebuah riset menunjukkan kalau jalan-jalan di alam bebas dapat kurangi fikiran negatif. Jadi bila seseorang susah berfikiran positif, mungkin saja orang itu hanya kurang piknik. Traveling memaksa otak menyesuaikan dengan lingkungan baru, cuaca, aroma, serta nada. Pengalaman baru ini memubat otak membuat banyak koneksi sinapsis sehingga ingatan juga semakin tajam. Semakin seringkali traveling, makin banyak juga koneksi sinapis yang terjadi. Alzheimer di kenal mengakibatkan kerusakan sinapsis. Tetapi bila anda memiliki otak sehat dengan formasi koneksi sinapsis kuat serta korteks tidak tipis dampak dari alzheimer dapat dikurangi bahkan juga dihentikan. Berdasar pada riset yang sudah dijelaskan terlebih dulu, pria yang tidak berlibur tahunan rupanya berisiko 20 % lebih tinggi terserang penyakit membahayakan serta berisiko 30 % lebih tinggi wafat karena penyakit jantung. Wanita juga di teliti serta akhirnya tunjukkan kalau wanita yang traveling kurang dari sekali dalam enam tahun begitu berisiko terserang serangan jantung dari pada wanita yang traveling 2x dalam satu tahun.

Studi lain yang dilakukankan oleh Framingham Heart mengetes wanita berumur pada 45-64. Mereka lalu ditanya seberapa seringkali traveling dalam satu tahun. Serta 20 tahun lalu, beberapa peneliti kembali pelajari beberapa wanita itu. Peneliti lalu temukan bila mereka yang seringkali traveling mempunyai resiko terserang penyakit jantung lebih kecil daripada yang kurang piknik. Hasil riset juga tunjukkan kalau traveling melindungi tekakan darah tetap stabil serta kesehatan keseluruhannya. Saat ini anda sudah memahami bagaimana traveling dapat membuat sinapsis dalam otak sehinga resiko penyakit mental seperti alzheimer serta demensia bisa dihindari. Tidak cuma itu, traveling juga melatih otak untuk berfikir lebih kreatif.

Adam Galinsky, profesor dari Columbia Business School sekalian peneliti menerangkan, pengalaman asing ataupun baru tingkatkan kekuatan fleksibilitas kognitif serta kedalaman fikiran. Studi paling baru yang dikerjakan Galinsky pada Februari 2015 tunjukkan bila semakin banyak masyarakat suatu negara yang mempunyai rutinitas traveling, makin kreatif masyarakat itu. Galinsky juga mengutamakan bila kunci dari stimulasi mental lewat traveling yaitu keterlibatan serta penyesuaian. Seorang yang hidup di negara lain serta dengan aktif pelajari kebudayaan negara itu mempunyai kreatifitas lebih tinggi dibanding dengan seorang yang cuma bersantai di pantai. Pergi ke pantai saja akan tidak membuat kamu kreatif. Namun pergi ke pantai serta tinggal dengan nelayan setempat dapat membuat kamu jadi sosok yang lebih kreatif.